Berita Terbaru

Di 2030 Wilmar Targetkan 38.000 Petani Swadaya Bersertifikasi ISPO

Jakarta, KOMODITAS INDONESIA – Wilmar Nabati Indonesia menargetkan pada 5 tahun mendatang, sekitar 38.000 petani sawit swadaya memperoleh sertifikasi keberlanjutan (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO). Hal tersebut disampaikan Head Sustainability Wilmar Indonesia Pujuh Kurniawan, saat berbincang usai acara Buka Bersama Media, pada Jum’at (7 Maret 2025), di Jakarta.

Dikatakan Pujuh, upaya perusahaan dalam merealisasikan target tersebut dengan menggandeng pemerintah daerah, pembeli (buyer), perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Perusahaan membangun kolaborasi dengan multistakeholder supaya petani mendapatkan ISPO,” katanya.

Salah satunya, Wilmar berpartisipasi mendukung program Lansekap Siak Hijau. Ini merupakan kolaborasi multistakeholder yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak. Salah satu sektor yang menjadi prioritas dalam kolaborasi ini adalah pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis kelapa sawit, dengan mengembangkan perkebunan yang berkelanjutan bagi petani swadaya.

Dalam program Lansekap Siak Hijau, Wilmar dilibatkan dalam mendampingi petani swadaya dalam menerapkan praktik pengelolaan kebun terbaik, membantu petani swadaya meraih sertifikasi ISPO, dan bekerja sama dengan berbagai pihak di Kabupaten Siak, termasuk PT Permodalan Siak (Persi), Dinas Perkebunan, dan instansi terkait lainnya.

Dalam melakukan pendampingan petani, Wilmar menerjunkan tim teknis standar budidaya (Good Agricultural Practices), High Conservation Value (HCV), NDPE atau No Peat and No Exploitation dan pelatihan ISPO,” ungkap Pujuh.

Terapkan ketelusuran

Terkait dalam menjaga keberlangsungan bisnisnya, Wilmar memiliki komitmen keberlanjutan yang kuat, dan mengembangkan program kemamputelusuran atau traceability sejak tahun 2017 yaitu Integrated Program Implementation to Establish Sustainable & Inclusivity Independent Smallholder & Suppliers. Salah satu hasilnya, Wilmar telah menyertifikasi ISPO lima koperasi petani sawit swadaya yang tersebar di wilayah Jambi, Riau, dan Sumatera Utara.