Peternakan

BRIN Kembangkan Pemuliaan Ternak Melalui Pembentukan Rumpun Baru

Jakarta, KOMODITAS INDONESIA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP), menggelar webinar Risnov Ternak #2 bertajuk “Inovasi Teknologi Pemuliaan Ternak untuk Percepatan Pembentukan Rumpun Baru”, pada Selasa (15/4). Kegiatan ini membahas peluang dan prospek penerapan teknologi pemuliaan dalam mendorong pembentukan rumpun ternak unggul yang adaptif, produktif, dan tahan terhadap penyakit.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, menyatakan bahwa penelitian genetik dan genomik telah dilakukan sejak lama untuk meningkatkan kemampuan pemuliaan ternak. Inovasi teknologi pemuliaan diharapkan dapat mempercepat pembentukan rumpun baru yang produktif, tahan penyakit, dan adaptif terhadap lingkungan lokal. 

Pemuliaan ternak menawarkan peluang signifikan bagi masyarakat, terutama dengan memaksimalkan rumpun lokal yang adaptif terhadap kondisi pertanian setempat untuk meningkatkan swasembada daging. “Penerapan teknologi bioinformatika dan analisis data genetik memungkinkan identifikasi sifat unggul dengan lebih akurat, sehingga mempercepat pembentukan rumpun ternak baru yang memiliki potensi produksi tinggi dan daya tahan yang lebih baik,” ujar Puji.

Kepala Pusat Riset Peternakan BRIN, Santoso, menyampaikan bahwa webinar ini bertujuan untuk menggali inovasi dan teknologi pemuliaan ternak guna mempercepat pembentukan rumpun ternak unggul nasional. Pemuliaan ternak menjadi solusi strategis untuk menghadapi tantangan tinggi dengan memanfaatkan teknologi inovatif untuk menghasilkan ternak berkualitas tinggi, tahan penyakit, dan adaptif terhadap lingkungan yang berubah. 

Webinar ini tambahnya, diharapkan dapat memberikan informasi mendalam tentang penetapan rumpun melalui analisis molekuler, program pemuliaan ternak, dan inovasi teknologi seleksi molekuler. “Diskusi konstruktif dan kolaborasi solid dapat mempercepat penerapan inovasi teknologi pemuliaan ternak di lapangan, memberikan solusi praktis bagi pelaku usaha peternakan, dan berkontribusi pada pengembangan sektor peternakan nasional yang berkelanjutan,” harap Santoso.