Yogyakarta, KOMODITAS INDONESIA — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Dr. Ir. H. Rachmat Pambudy, MS, meluncurkan Sekolah Kopi Nusantara (SKN) di Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).
Peluncuran tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) sekaligus membangun ekosistem pendidikan kopi Indonesia dari hulu hingga hilir. Momentum ini berlangsung di GRHA INSTIPER dalam rangkaian penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Prosesi peluncuran ditandai dengan penyalaan mesin grinder oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas. Kopi hasil roasting dituangkan secara bersama-sama ke dalam grinder sebagai simbol dimulainya pengembangan Sekolah Kopi Nusantara di lingkungan INSTIPER.
SKN dikembangkan melalui kolaborasi Dewan Kopi Indonesia (Dekopi), INSTIPER, dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY). Kehadirannya diarahkan bukan sekadar sebagai lembaga pelatihan, tetapi sebagai ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal di bidang kopi.
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., mengatakan kehadiran Sekolah Kopi Nusantara menjadi langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan kopi Indonesia sebagai salah satu komoditas unggulan.
“Dengan adanya sekolah ini, kita berharap kopi sebagai salah satu komoditas unggulan yang telah terkenal sejak zaman dulu bisa menempati lagi posisi yang terhormat di negara-negara di luar kita dan di dunia,” ujar Harsawardana saat peluncuran SKN.
Menurutnya, kepercayaan kepada INSTIPER untuk terlibat dalam pengembangan Sekolah Kopi Nusantara merupakan kehormatan bagi seluruh sivitas akademika. Terlebih, INSTIPER memiliki pengalaman panjang dalam pendidikan perkebunan sejak berdiri pada 1958.
“INSTIPER sudah lahir sejak tahun 1958 dan kita selalu berfokus pada bidang-bidang perkebunan. Ada kopi, kakao, tebu, kelapa, dan yang terakhir adalah sawit,” katanya.
Pengalaman tersebut menjadi modal dalam membangun pendidikan kopi yang mencakup seluruh rantai nilai. SKN tidak hanya mengajarkan budidaya di tingkat kebun, tetapi juga pengolahan pascapanen, pengendalian mutu, roasting, sensori, brewing, barista hingga bisnis kopi.


