Selain itu, program ini juga mencakup pembangunan dapur bersih bagi pengrajin gula aren. Reni berharap fasilitasi-fasilitasi tersebut dapat membantu produk gula aren Desa Temon untuk menembus pasar ekspor.
Kegiatan pembinaan yang telah dilakukan terbukti berhasil meningkatkan kualitas gula aren dan memperluas pangsa pasar ekspor produk Desa Temon. CV Gula Aren Temon telah mengikuti pameran internasional, seperti Trade Expo Indonesia 2024 dan beberapa pameran lainnya di luar negeri, termasuk Jepang.
Pada tahun 2025, CV Temon Agro Lestari berhasil melakukan ekspor perdana ke Belanda dengan 5.000 kemasan pouch 200 gram yang menggunakan label Gula Aren Temon, dan permintaan tersebut terus berlanjut.
Untuk memenuhi persyaratan ekspor ke berbagai negara, CV Temon Agro Lestari telah memperoleh berbagai sertifikasi internasional, seperti Global Standards (GS) 1, Halal, Good Manufacturing Practice (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Japanese Agriculture Standards (JAS), dan United States Department of Agriculture (USDA).
Saat ini, sertifikasi General Administration of Customs of China (GACC) sedang diurus oleh CV Temon Agro Lestari untuk memungkinkan ekspor ke pasar Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Sinergi untuk keberlanjutan dan perluasan program
Bayu Fajar Nugoroho, Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, menambahkan bahwa keberhasilan produk gula aren Desa Temon merupakan bukti efektifnya sinergi antara Ditjen IKMA, LPEI, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan. Kerja sama tersebut memastikan keberlanjutan dan keberhasilan usaha gula aren, serta mendukung program Sentra IKM Desa Devisa.
Ke depan, diharapkan sinergi ini dapat diperluas ke sentra IKM lainnya yang memiliki potensi produk ekspor. Bayu juga menekankan pentingnya identifikasi kesiapan produk, kelembagaan, infrastruktur, dan dukungan pemerintah daerah sebelum program pembinaan dilaksanakan sehingga pembinaan yang akan dilakukan dapat tepat sasaran dan optimal. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan IKM Indonesia dapat semakin berdaya saing di pasar internasional.


