Berita Terbaru

Brigade Pangan, Solusi Kementan Percepat Swasembada

Sumber: KIP Kabupaten Kapuas

Jakarta, KOMODITAS INDONESIA – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti menjelaskan serangkaian program strategis telah disiapkan Kementerian Pertanian dalam upaya menerjemahkan arahan Presiden untuk mencapai swasembada pangan.

Di bidang sumber daya manusia, Kementerian Pertanian telah membentuk Brigade Swasembada Pangan yang  berupaya meningkatkan produksi beras nasional melalui Program Optimalisasi Lahan Rawa (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR).

“Brigade pangan ini berasal dari kalangan milenial atau mereka yang adaptif inovasi. Dalam satu Brigade Pangan terdiri dari 15 petani milenial yang akan mengolah lahan seluas 200 ha,” Idha Widi Arsanti dalam diskusi Tabloid Sinar Tani.

Idha Widi Arsanti mengatakan dengan luas 200 ha sudah memenuhi skala ekonomis, sehingga dapat memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi petani. Dalam Program Brigade Pangan, pemerintah memberikan bantuan sarana produksi pertanian seperti benih, pupuk, pestisida, pompa air, dan alat mesin pertanian lainnya.

Dalam presentasinya, dikatakan Idha Widi Arsanti, Brigade Pangan dibentuk oleh petani menggunakan prinsip pembentukan kelembagaan petani, yang ditetapkan oleh Kades dan diketahui oleh Babinsa/ Bhabinkabtibmas setempat. Luas lahan yang dikelola oleh BP ±200 ha melalui pola kemitraan.

“BP sebagai integrator dalam satu manajemen hulu-hilir di Kawasan Brigade,” urainya saat menjadi pembicara webinar Optimalisasi Saprodi menuju Swasembada Bersama Brigade Pangan yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani pada awal Februari 2025.

Beberapa kegiatan yang dilakukan selama tahun 2023-2004 diantaranya pompanisasi sebagai langkah anitisipasi El Nino agar petani tetap  bisa bertanam saat musim kemarau panjang. Kegiatan lain  dalam upaya percepatan swasembada pangan adalah intensifikasi pada lahan baku eksisting dan ekstensifikasi melalui optimalisasi lahan dan perbaikan lahan.

“Kami juga telah melakukan perbaikan infrastruktur, bantuan prasarana dan sarana melalui beberapa kegiatan di lahan rawa. Sehingga lahan rawa tidak hanya tanam satu kali, tapi bisa dua sampai tiga kali. Selain itu juga program cetak sawah,” kata Santi, sapaan akrabnya.