Sementara itu Peneliti Ahli Utama BRIN, Anneke Anggraeni, menyoroti peningkatan konsumsi protein hewani di Indonesia memerlukan perbaikan produktivitas dan kualitas sumber daya genetik ternak lokal secara lebih cepat. Namun, kinerja Sumber Daya Genetik Ternak (SDGT) lokal masih belum optimal dalam hal produktivitas, konversi pakan, ketahanan penyakit, dan adaptasi iklim. “Inovasi teknologi pemuliaan ternak dapat menjadi opsi strategis untuk menjamin ketersediaan protein hewani yang mencukupi, berkualitas, dan mendukung ketahanan pangan nasional,” paparnya.
Menurutnya, perbaikan produktivitas SDGT telah dilakukan oleh pemerintah dan swasta melalui pengembangbiakan SDGT nasional yang dapat diklasifikasikan menjadi tiga galur. Konsep program pemuliaan terutama pembentukan rumpun baru harus melalui tahapan yang sistematis. Pemuliaan modern dapat mempercepat pembentukan rumpun baru dengan memanfaatkan teknologi genetika molekular, data genomik, dan bioteknologi reproduksi.
Namun demikian, Anneke mengungkapkan, pemuliaan ternak modern juga memiliki kendala seperti kurangnya sarana prasarana dan kesiapan teknologi yang canggih, biaya yang besar, dan kurangnya tenaga ahli. Di sisi lain, pemuliaan ternak modern juga memiliki peluang seperti memperbaiki kualitas genetik SDGT lokal secara cepat dan efisien, meningkatkan kualitas dan diversifikasi produk ternak, dan menjalin kemitraan dengan negara maju.
“Prospek ke depannya dari aplikasi pemuliaan ternak modern antara lain; dapat meningkatkan produksi pangan hewani nasional, meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan industri peternakan nasional, memperkuat ketahanan pangan dalam negeri, dan meningkatkan daya saing produk ternak di pasar internasional,” sebut Anneke.
Bersamaan dengan itu, Ketua Koperasi Peternak Akar Rumput, Puthut Dwi Prasetyo, mengungkapkan inisiatif pengembangan kambing perah sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan protein hewani. Pihaknya telah mengintroduksi tiga ras kambing perah—Anglo Nubian, British Alpine, dan Toggenburg—untuk menjawab permintaan susu dan bibit yang meningkat.


