Pujuh menjelaskan bahwa perusahaan pertama kali membantu petani sawit swadaya meraih sertifikat ISPO pada tahun 2019. “Dari awal, dua koperasi petani swadaya yakni Koperasi Tinera Jaya dan Koperasi Perkasa Nalo Tantan. Kemudian berkembang menjadi lima koperasi,” jelasnya.
Bahkan, Koperasi Tinera Jaya dan Koperasi Perkasa Nalo Tantan memperoleh bantuan sarana dan prasarana (sarpras) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Koperasi Tinera Jaya sekitar Rp4,8 miliar, dan Perkasa Nalo Tantan di Jambi memperoleh bantuan senilai Rp3,8 miliar.
“Keberhasilan kedua koperasi ini memicu petani sawit lain ingin bergabung dalam program tersebut,” tambah Pujuh.
Dikutip dari web BPDP, dalam rangka penyaluran sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit, berdasarkan Rekomendasi Teknis Direktorat Jenderal Perkebunan Nomor 67/PI.400/E/10/2022 Tanggal 26 Oktober 2022 dan Keputusan Direktur Utama Nomor: KEP-7/DPKS/2023 tanggal 10 Januari 2023, Koperasi Tinera Jaya ditetapkan sebagai penerima dana sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit melalui paket pekerjaan Pengadaan Peningkatan Jalan Produksi Keperluan Koperasi Tinera Jaya Kabupaten Siak Provinsi Riau Tahun 2023. Selang satu bulan kemudian, Koperasi Perkasa Nalo Tantan mendapatkan bantuan Program Sarpras dari BPDPKS (sekarang BPDP) berupa alat berat.
Lebih lanjut, Pujuh menambahkan dalam Program Inclusivity of Smallholders in Supply Chain, peran pemerintah hanya memberi dukungan. “Sedangkan pihak swasta membantu pendampingan dalam teknis budidaya seperti bantuan bibit, pupuk, traning ISPO, permodalan, peningkatan kapasitas dan pasar,” katanya.
Selain itu, Wilmar juga mengembangkan aplikasi Sistem Lacak Balik dan Manajemen Koperasi ISPO Terpadu (Silabanmerindu) untuk memperbaiki tata kelola perkebunan sawit. “Aplikasi ini untuk mendata aggota petani, mendukung kebijakan anti deforestasi penananaman gambut dan eksploitasi (No Deforestation, No Peat and No Exploitation/NDPE) dan kebun sesuai persyaratan ISPO,” jelas Pujuh.
Bantu petani sawit mendapat STDB
Upaya lain yang dilakukan Wilmar, perusahaan perkebunan kelapa sawit ini sudah berkolaborasi dengan pemerintah melalui Tim National Dashboard agar mempermudah petani mendaftar dan memperoleh Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB). “Dengan bantuan Ditjen Perkebunan Kementan, pembuatan E-STDB petani bisa lebih mudah dan cepat,” kata Pujuh.


