Berita Terbaru

Diplomasi Kemendag Berhasil, Malaysia Tidak Lanjutkan BMAD Serat Selulosa Indonesia

Upaya  ini  meliputi  koordinasi dengan  perusahaan,  penyampaian  pembelaan  secara  tertulis,  dan  konsultasi  dengan  Otoritas Malaysia.  Upaya  ini  termasuk  berkoordinasi  dengan  Kedutaan  Besar  Republik  Indonesia  di  Kuala Lumpur, eksportir, asosiasi, dan pihak-pihak lainnya.

“Keberhasilan ini tidak akan terwujud tanpa kolaborasi aktif dan produktif antara Direktorat Pengamanan   Perdagangan   Kemendag   dan   pemangku   kepentingan   terkait.   Indonesia   harus memanfaatkan  momen  ini  untuk  meningkatkan  ekspor  serat  selulosa  karena  produk  Indonesia memiliki potensi daya saing yang kuat di pasar Malaysia,”tambah Reza.

Di  sisi  lain,  Direktur PT  Bangunperkasa  Adhitamasentra Nicholas  Justin  Sugianto,  mewakili  pelaku usaha  serat  selulosa  di  Indonesia,  mengapresiasi  dukungan  dan  kerja  sama  Kemendag  dalam mengamankan akses pasar ekspor ke Malaysia.

Ia juga berharap, kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam meningkatkan ekspor produk serat selulosa Indonesia di pasar global.

Ministry  of  Investment,  Trade  and  Industry  (MITI)  selaku  Otoritas  Malaysia  telah  melakukan penyelidikan  anti  dumping  terhadap  produk  serat  selulosa  asal  Indonesia  sejak  26  Juli  2019. Berdasarkan hasil penyelidikan, Pemerintah Malaysia menerapkan BMAD terhadap produk tersebut sebesar 9,14—108,10 persen sejak 21 Maret 2020—20 Maret 2025.

Pada   periode   2019—2023,   ekspor   serat   selulosa   Indonesia   ke   Malaysia   mencatatkan   tren peningkatan  sebesar  15,06  persen.  Sementara  pada  2024,  nilai  ekspor  produk  tersebut  tercatat sebesar USD 1,69 juta, atau turun 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 2,61 juta