“Sawit itu buahnya kecil-kecil, mirip anggur, dengan warna merah. Dari buah sawit ini, diperas untuk menghasilkan berbagai macam produk. Produk pertama yang dihasilkan adalah minyak goreng,” jelas Fenny.
Selain minyak goreng, sawit juga ada dalam banyak produk lain, baik makanan maupun non-makanan. Misalnya, gliserin pada hand body, lipstik, blush on, sampo, pasta gigi seperti Pepsodent, dan produk lainnya dari ujung kepala hingga kaki.
“Semua makanan, baik itu makanan ringan maupun lainnya, mengandung sawit. Misalnya, es krim, coklat, dan banyak produk lainnya,” ungkap Fenny.
Yang lebih hebat lagi, sawit mengandung banyak manfaat kesehatan. Salah satunya, minyak goreng sawit yang kaya akan vitamin A dan E. “Kandungan vitamin A dalam sawit bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan wortel,” tambah dia.
Industri sawit memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Saat ini, lebih dari 16 juta orang menggantungkan hidupnya pada sawit.
Kendati demikian, sawit Indonesia tengah mengalami banyak tantangan yakni produktivitas yang menurun, persaingan global yang kian ketat, dan juga isu-isu negatif. Isu-isu negatif muncul di tengah berbagai upaya perbaikan tata kelola berkelanjutan yang saat ini sedang dilakukan para pelaku industri.
Oleh karena itu, kata Fenny, semoga momentum Ramadan yang penuh berkah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memanjatkan doa demi kelangsungan bisnis industri sawit Indonesia.
Ketua Yayasan Al Mukhlisin Cibubur, Bambang, mengungkapkan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Forwatan, GAPKI, dan Astra Agro. Ia berharap kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin di masa mendatang.
“Semoga tahun depan, keberkahan bisa didapat anak-anak yatim. Terima kasih kepada Forwatan dan pengusaha sawit yang telah mendukung kegiatan sosial ini,” kata Bambang.


