Peternakan

Guru Besar Unair Jelaskan Manfaat Rendeng Kedelai Bagi Pakan Ternak

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Mohammad Anam Al Arif drh MP dalam acara pengukuhan Guru Besar Unair. (sumber foto: PKIP UNAIR)

Jakarta, KOMODITAS INDONESIA – Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Mohammad Anam Al Arif drh MP  menjelaskan inovasi di bidang pakan ternak untuk membantu pemberian nutrisi tinggi kepada ternak. Inovasi ini disampaikannya dalam Pengukuhan Guru Besar Universitas Airlangga di Surabaya, akhir Februari 2025.

Prof Dr Mohammad Anam telah melakukan riset berkaitan pemanfaatan rendeng kedelai sebagai kandungan pakan ternak.  “Golongan legum seperti kacang-kacangan semisal rendeng kedelai mempunyai kandungan protein lebih tinggi daripada rumput,” ucapnya, Senin(3/3/2025).

Selanjutnya ia menjelaskasn potensi  rendeng kedelai bisa dilengkapi dengan berbagi konsentrat dan formulasi sebagai pakan ternak ruminansia. 

“Pakan komplet difermentasi selama sepuluh hari dan diberikan kepada sapi. Sebagai pembanding, menggunakan sapi untuk diberi rumput. Sebelum ke sapi, terlebih dahulu menganalisis nutrisi dan kecernaannya secara in-vitro,” sebutnya. 

Pakan komplet memberikan manfaat bagi Pertambahan Berat Badan (PBB) yang tinggi dan daging rendah lemak yang menyehatkan.

“Pada pakan komplet kadar asam asetat paling rendah. Demikian juga dengan asam butirat. Bahan ini nantinya dalam tubuh akan menjadi lemak dan asam propionat paling tinggi, yang nantinya akan berubah menjadi daging,” lanjutnya. 

Selain pakan komplet, Prof Anam juga mengungkapkan bahwa limbah rumah potong hewan (RPH) dapat menjadi pakan. “Isi rumen sebenarnya sangat memusingkan pengelola RPH, tapi prospeknya bagus. Hasil kunyahan sapi yang sudah lembut kemudian difermentasi oleh mikroba rumen,” ungkapnya seperti dilansir dari laman Kominfo Jatim. 

Selanjutnya, isi rumen akan mendapatkan fermentasi kembali menggunakan mikroba dalam isi rumen. Kemudian hasilnya dikeringkan dan diformulasi untuk membuat pakan puyuh. “Limbah RPH yang difermentasi dengan mikroba rumen bisa menjadi ransum melalui pengolahan, sehingga mampu menghemat pakan puyuh sampai 15 persen dengan menghasilkan produksi yang tinggi,” simpulnya.