“Pemerintah tengah mengakselerasi program melalui penyediaan benih unggul, pengembangan kawasan kelapa, pemberdayaan petani, dan kolaborasi lintas sektor,” ungkapnya.
“Target kami adalah menyediakan benih dan sarana produksi untuk 1.900–2.000 hektare pada 2025 dan 134.000 hektare pada 2026. PT RPN akan menjadi komando dalam program ini,” imbuhnya.
Pada gelaran lokakarya, berbagai pandangan juga disampaikan oleh perwakilan dari pemangku kepentingan antara lain Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Ditjenbun (Kementerian Pertanian), Dewan Kelapa Indonesia (Dekindo), PT Perkebunan Nusantara (PTPN I), PT Sambu Group dan PT Perkebunan Dewa Agri.
Dari berbagai pandangan tersebut didapatkan kesimpulan arah strategis industri ke depan yang akan menjadi dasar langkah strategis lanjutan, untuk membangkitkan kejayaan industri kelapa Indonesia melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.


