“Selanjutnya, untuk pelatihan Sarana dan Prasarana, ini juga sangat penting. Sebab, dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme petani kelapa sawit, serta memastikan keberlanjutan usaha perkebunan melalui pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif dan efisien,” jelasnya.
Pada pelaksanaan pelatihan, pihak AKPY menghadirkan narasumber yang terdiri dari praktisi kebun dan dosen dengan latar belakang pengalaman dan pendidikan yang mumpuni di bidangnya.
Peserta mendapatkan materi yang disampaikan secara inovatif, dengan mengolaborasikan metode ceramah, diskusi, dan praktik. Selain itu, peserta juga mendapatkan “kuliah umum” dari praktisi kebun (perusahaan kelapa sawit), untuk menambah wawasan dan pengetahuan tata kelola perkebunan kelapa sawit. Peserta juga dijadwalkan melakukan field trip pada hari Kamis (14 Agustus 2025) ke kebun milik perusahaan kelapa sawit (PT Bumitama Gunajaya Agro).
Respon positif dari Pemda Lamandau dan Sukamara
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Tiryan Kuderon, S.Pi., M.M., mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik atas terselenggaranya pelatihan petani sawit yang diikuti peserta dari Kabupaten Lamandau.
“Kami mendukung dan mengapresiasi, karena kegiatan pelatihan sangat bermanfaat bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit. Untuk menambah wawasan dan ilmu dari petani sawit agar lebih baik dalam pengelolaannya dan berkelanjutan. Kami berharap peserta yang mengikuti pelatihan dalam mengelola kebunnya dengan baik dan benar, serta dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” katanya.
“Pada kesempatan pelatihan ini, peserta dari Kabupaten Lamandau mengikuti dua jenis pelatihan yaitu pelatihan teknis pemetaan dan panen & pascapanen. Kedua pelatihan ini memang dibutuhkan peserta dari kabupaten Lamandau, karena sudah kami indentifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhannya,” imbuh Tiryan.
Hal yang sama juga diutarakan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana dan Penyuluhan, Aries Nantoro, S.P., mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sukamara, Dwi Harsini, S.P., yang menyampaikan bahwa pihaknya merespon positif terhadap kegiatan pelatihan petani sawit.


