Perkebunan

Kolaborasi Kementan-TNI Wujudkan Swasembada Gula Nasional di Jawa Timur

Rangkaian koordinasi berlanjut ke Kabupaten Malang pada 27 November 2025 melalui pertemuan Direktur Hilirisasi bersama Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Kohir, serta Dandim Kabupaten Malang Letkol CZI Bayu Nugroho, di Dinas Pertanian Kabupaten Malang. Pertemuan tersebut membahas percepatan penetapan CPCL (Calon Petani dan Calon Lahan) bongkar ratoon di wilayah Malang.

Kegiatan strategis berikutnya berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, pada 2 Desember 2025, dalam agenda Sinergi Multihelix TNI AU untuk Kedaulatan Pangan dan Energi. Pada kesempatan ini juga hadir jajaran pejabat tinggi, termasuk Aster Kasau Marsda TNI Dr. Palito Sitorus dan Komisi VI DPR RI Dr. Rieke Diah Pitaloka, yang menegaskan bahwa penguatan ekosistem tebu nasional serta integrasi data kebijakan pangan energi adalah fondasi strategis bangsa. Aster Kasau juga menegaskan bahwa TNI AU telah menyiapkan 20 hektare lahan tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, dan secara nasional hingga 500 hektare lahan potensial.

“Tebu tidak hanya untuk gula, tetapi juga untuk bioetanol, biomassa, dan energi terbarukan. TNI AU juga mendukung pertanian presisi berbasis One Data melalui penyediaan citra geospasial presisi,” jelas Palito.

Pada kesempatan yang sama, Kuntoro menyampaikan bahwa program bongkar ratoon dan perluasan areal tanam tebu seluas 71 ribu hektare di Jawa Timur terus dikebut, mencakup wilayah Malang, Lumajang, Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo. “Jawa Timur adalah rumah utama petani tebu Indonesia. Semakin kuat Jatim, semakin dekat kita ke swasembada gula nasional,” tegasnya.

Direktur Strategi dan Sustainability PT SGN Dimas Eko Prasetyo menegaskan komitmen BUMN gula dalam penguatan rantai pasok. “SGN siap mempercepat produksi melalui varietas unggul, kemitraan petani, dan modernisasi pabrik,” ujarnya. Dukungan juga datang dari Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang menilai penguatan Satu Data menjadi fondasi keberlanjutan industri tebu nasional.

Puncak rangkaian kegiatan digelar dalam Pertemuan Konsolidasi Percepatan Program Gula Nasional di Gedung Balai Prajurit, Kodam V/Brawijaya Surabaya, pada 2 Desember 2025. Hadir dalam kegiatan ini Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta jajaran pemerintah daerah.