Jakarta, KOMODITAS INDONESIA – Sebulan lalu Menteri Perdagangan RI Budi Santoso berjanji akan rutin memonitor harga pangan di pasar tradisional jelang Ramadan. Tetapi, janji ini sepertinya terlupakan bahkan ketika sudah masuk Ramadan.
Janji Mendag Budi ini disampaikan pada 5 Februari 2025. Dalam rilisnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, Kemendag akan terus memantau stok dan harga bapok hingga Lebaran.
“Kita harus buat stabil jelang Ramadan hingga Lebaran. Kemendag akan terus melakukan monitoring. Kami sebelumnya telah berkoordinasi juga, bertemu produsen, Bulog, ID Food, dan distributor. Jadi, kami berkoordinasi agar pasokan cukup. Dengan demikian, harga dan pasokan bapok terjamin,” ujar Mendag Busan saat berkunjung ke Pasar Klender Timur bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Tetapi sampai hari kedua Ramadan, Mendag Budi tidak menunjukkan aktivitas blusukan ke pasar tradisional untuk memonitor harga pangan.
Redaksi Komoditas Indonesia mengecek dari laman resmi Kementerian Perdagangan maupun akun sosial medianya di Instagram. Dalam seminggu terakhir semenjak 22 Februari, tak satupun pemberitaan resmi yang memuat kunjungan Menteri Perdagangan ke pasar tradisional.
Begitupula akun resmi Menteri Perdagangan di instagram, aktivitas menteri berkaitan pelepasan ekspor 1 juta kratom senilai USD 1,05 juta atau sekitar Rp17 miliar. Pelepasan ekspor 351 ton kratom, atau 13 kontainer.
Merujuk data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia, sejumlah komoditas menunjukkan kenaikan per 28 Februari 2025 atau sehari jelang Ramadan. Komoditas pangan yang naik antara lain bawang merah ukuran sedang naik 6,89% menjadi Rp39.550/kg, bawah putih ukurang sedang naik 0,89% menjadi Rp 45.350/kg, cabai rawit merah melonjak 22,36% menjadi Rp91.100/kg, lalu daging sapi kualitas 2 juga terkerek 2% menjadi Rp132.700/kg.
Padahal Presiden Prabowo Subianto sudah berpesan kepada jajaran menteri agar memastikan stabilitas harga pangan selama Ramadan. Dalam keterangannya usai rapat terbatas, Presiden menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan. Kepala Negara juga telah menginstruksikan jajaran terkait untuk memantau keseimbangan harga di pasar.


