Meski demikian, Tanah Deli akhirnya berkembang lebih dominan berkat dukungan teknologi dan kebijakan kolonial yang menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat perkebunan komersial. Pada 1911, perkebunan sawit komersial pertama dibuka di Sei Liput dan Tanah Raja di wilayah Sumatera Utara dan Aceh saat ini.
“Pohon sawit mungkin berdaun lebat di Tanah Deli. Tapi ada akar kuat di tanah Palembang,” kata Sumarjono.
Hingga kini, Sumatera Selatan tetap menjadi salah satu kekuatan utama sawit nasional. Data tahun 2024 mencatat luas kebun sawit di provinsi tersebut mencapai sekitar 1,5 juta hektare dari total 16,4 juta hektare sawit Indonesia.
Menurut Sumarjono, sawit kini telah menjadi denyut ekonomi masyarakat luas, bukan lagi sekadar industri milik korporasi besar. Jutaan pekerja, petani, buruh tani hingga pelaku usaha informal menggantungkan hidup pada sektor ini.
“Tak berlebihan menyatakan isi dompet wong kito ada paparan aroma sawit,” ujarnya.
Tak hanya menjadi sentra produksi, Sumatera Selatan juga melahirkan inovasi benih unggul nasional seperti DxP Sriwijaya dan DxP Tania Selatan. Benih DxP Sriwijaya dikembangkan PT Bina Sawit Makmur yang merupakan bagian dari POSCO International melalui riset para peneliti Indonesia, termasuk kontribusi Dwi Asmono. Sementara DxP Tania Selatan diproduksi Wilmar Plantation dan telah dikenal luas di industri sawit nasional.
Di sisi lain, Sumatera Selatan juga aktif mendorong praktik sawit berkelanjutan. Pada 2020, Sumarjono bersama Bupati Musi Banyuasin saat itu, Dodi Reza Alex, mendeklarasikan MSPOI (Muba Sustainable Palm Oil Initiatives) yang memperkenalkan pendekatan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi petani sawit.
Gerakan itu berlanjut melalui GEBIE (Gender Equality in Business Initiatives Enthusiast) pada 2025 yang fokus pada perlindungan pekerja perempuan. Inisiatif tersebut dipimpin anggota DPD RI asal Sumatera Selatan, Ratu Teny Leriva.
Bagi Sumarjono, momentum 115 tahun sawit Indonesia menjadi waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali jejak Palembang dalam sejarah sawit nasional.


