KEBUMEN, Komoditas Indonesia – Koperasi Serba Usaha (KSU) Kostajasa kembali membuktikan perannya sebagai motor penggerak konservasi hutan berkelanjutan di Jawa Tengah. Berlokasi di Kebumen, Kostajasa menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian ekosistem dan secara langsung berkontribusi menyelamatkan tegakan pohon di 20 desa dan 22 Kelompok Tani Hutan (KTH) yang didampingi di Kabupaten Kebumen dan Banyumas.
Aksi ini ditegaskan melalui seremonial penanaman “Perempuan Hijaukan Hutan” di Desa Wagirpandan, Kecamatan Rowokele – Kebumen, pada pekan lalu. Wagirpandan dipilih sebagai lokasi simbolis karena merupakan daerah KTH dampingan Kostajasa yang vital sebagai tangkapan air dan sumber air utama bagi desa-desa di sekitarnya.
Acara yang melibatkan 600 peserta ini menyoroti kontribusi signifikan para petani kecil, di mana sejak tahun 2021 Kostajasa telah konsisten mendistribusikan secara bertahap lebih dari 30.000 bibit pohon kepada masing-masing anggota KTH. Angka ini menegaskan konsistensi Kostajasa dalam penyelamatan hutan rakyat di Kebumen dan Banyumas.
Permintaan kayu dari hutan kelola masyarakat dalam 10 tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan, terjadi peningkatan penggunaan kayu dari hutan kelola masyarakat untuk pengolahan kayu skala besar (input > 6.000 m3 per tahun) dari 3,8 juta m3 di tahun 2013 menjadi 8,5 juta m3 di tahun 2023. Angka ini bahkan lebih tinggi dari pasokan hutan alam, yang sebelumnya menjadi sumber utama kayu industri skala besar, termasuk yang telah memiliki sertifikasi FSC. Hal ini menunjukkan peran pentingnya hutan kelola masyarakat dalam mendukung industri kayu di Indonesia.
Model Pengelolaan Hutan Rakyat Kostajasa
Di tengah kondisi peningkatan permintaan tersebut, model pengelolaan hutan rakyat yang diterapkan Kostajasa menjadi contoh penting bagaimana hutan Jawa dapat diselamatkan dari sisi ekologi sekaligus ekonomi. Dengan pendekatan berbasis kelompok, pendampingan berkelanjutan, dan penggunaan standar pengelolaan hutan berkelanjutan FSC, hutan rakyat tidak hanya mampu meningkatkan stok kayu legal dan berkualitas, tetapi juga menjaga fungsi ekologis seperti perlindungan mata air, konservasi tanah, dan peningkatan tutupan hijau.


