Pendekatan ini memungkinkan petani hutan memperoleh manfaat ekonomi dari hasil kayu dan non-kayu secara lebih adil dan terukur, sambil tetap memastikan keberlanjutan lanskap hutan Jawa. Dengan sistem seperti Kostajasa, tekanan terhadap hutan alam dapat berkurang, ketahanan ekologis desa meningkat, dan pasokan kayu legal bagi industri dapat diperkuat melalui praktik pengelolaan yang bertanggung jawab.
Kostajasa: Konservasi dan Inklusivitas Gender Sejak 2021




Di tengah tantangan lingkungan, Kostajasa memastikan petani kecil di Kebumen memegang peran sentral sebagai agen konservasi. Upaya penanaman dan pemeliharaan yang dilakukan secara bertahap dalam skema pengelolaan bersertifikat ini, secara fundamental mendukung kelestarian tegakan pohon dan menopang keberlanjutan ekologi di kawasan hutan dampingan KSU Kostajasa.
Aksi “Perempuan Hijaukan Hutan” ini juga menjadi simbol kuat pengarusutamaan gender yang diperjuangkan Kostajasa sejak tahun 2021. Jika sebelumnya kaum ibu hanya identik dengan peran domestik, kini aspirasi mereka didengar sejajar dengan kaum bapak dalam merumuskan kebijakan kelompok, mendobrak stigma lama di mana perempuan hanya berperan di urusan domestik.
Pada acara seremonial ini, Kostajasa membagikan total 30.000 bibit gratis (terdiri dari tanaman konservasi, tanaman produksi/kayu, dan Multi Purpose Tree Species/Tanaman Buah) untuk menjamin keberlanjutan hutan rakyat bersertifikat FSC yang mereka kelola. Penyaluran total 30.000 bibit tersebut akan dilakukan secara bertahap ke seluruh anggota KTH dampingan, sama seperti yang telah dilakukan secara konsisten sejak tahun 2021.
“Kami sangat bersyukur dapat terus berkontribusi nyata membantu anggota dan juga aspek lingkungan. Event ini bukan sekadar seremonial, tapi bukti dinamika positif organisasi kami. Dengan melibatkan perempuan secara aktif, kami membangun koperasi yang lebih inklusif dan kuat,” ujar Ketua Koperasi Kostajasa, Muarif Mahmud Suhada, yang juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud syukur dan upaya membangun fondasi koperasi yang kuat terkait aspek lingkungan, sesuai dengan acuan dalam pengelolaan hutan rakyat bersertifikat FSC yang sudah diraih sejak tahun 2009.


