Strategi Penanaman dan Kekuatan “Guyub” Petani Kebumen Untuk mengantisipasi hujan, panitia Kostajasa menerapkan strategi teknis “Tanam Dulu, Baru Sambutan”. Para peserta langsung diarahkan menuju tiga lokasi penanaman vital, termasuk di mata air Ceblek, di mana sekitar 300 pohon ditanam secara simbolis sebelum rangkaian pembukaan dan penyerahan bibit.
Manager Kostajasa, Untung Karnanto, menjelaskan bahwa kekuatan utama yang membedakan organisasi ini dan yang menarik perhatian internasional adalah budaya “guyub” (kebersamaan/kekeluargaan) yang kental di antara petani Kebumen.
“Dinamika dan keguyuban anggota Kostajasa inilah yang menjadi pembeda utama hingga kami dilirik sampai tingkat internasional, baik oleh FSC (Forest Stewardship Council) International maupun FSC Asia Pacific,” jelas Untung.
Acara ini terselenggara berkat kolaborasi solid dan dukungan dari mitra strategis, antara lain PT Riau Andalan Pulp and Paper (APRIL Group), PT Maxim Smart Manufacturing, PT Pinako Rotari Permai, Daemeter Consulting, SCS Global Services, dan PT Dharma Satya Nusantara (DSN Group), UD Mugi Barokah, dan UD Mandiri Barokah.


