Pertambangan

Produksi Batubara Terus Digenjot, Target Tahun 2025 Meningkat

Industri pertambangan batubara nasional memproyeksikan peningkatan produksi di tahun 2025 menyusul capaian produksi tahun 2024 yang mencatatkan rekor sebesar 830,97 juta ton. Data dari Mineral One Data Indonesia (MODI) menunjukkan bahwa realisasi tersebut melampaui target produksi tahun 2024 sebesar 710 juta ton, dengan capaian mencapai 117,04% dari target.

Dari total produksi 830,97 juta ton, ekspor menyumbang sebesar 433,71 juta ton, sementara kewajiban pasokan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) tercatat sebesar 209,93 juta ton. Adapun realisasi pemakaian domestik mencapai 378,32 juta ton. Angka-angka ini menunjukkan tingginya permintaan, baik dari pasar internasional maupun domestik.

Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani, memperkirakan bahwa target produksi tahun ini akan meningkat. Ia menjelaskan bahwa realisasi produksi pada 2024 yang mencapai 830 juta ton menjadi salah satu acuan utama. Selain itu, peningkatan permintaan domestik juga dinilai turut mendorong optimisme di sektor ini.

Gita juga menyoroti dampak bergabungnya Indonesia ke kelompok BRICS terhadap penguatan ekspor batubara ke negara-negara seperti China dan India. Ia menyebutkan bahwa kedua negara tersebut merupakan importir terbesar batubara termal dari Indonesia. Selain itu, ia menambahkan bahwa potensi ekspor ke negara-negara lain seperti Rusia, Afrika Selatan, dan Brasil perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing pasar.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Julian Ambassadur Shiddiq, menyampaikan bahwa target produksi batubara pada tahun 2025 tidak jauh berbeda dengan target tahun 2024, yakni sebesar 740 juta ton. Namun, ia menekankan bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS membuka peluang baru, baik dari sisi pasar maupun potensi investasi.

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh beberapa emiten besar di industri batubara. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), yang merupakan afiliasi dari Garibaldi ‘Boy’ Thohir, mencatatkan peningkatan produksi sebesar 10% hingga September 2024, dengan volume mencapai 55,57 juta ton. Volume penjualan selama periode tersebut mencapai 53,66 juta ton, naik 9% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.