JAKARTA – Program Elektrifikasi Agrikultur yang digagas PT PLN (Persero) semakin memperkuat daya saing sektor pertanian, terutama bagi petani di wilayah Jawa Timur. Di Desa Tirtobinangun, Nganjuk, lebih dari 1.000 hektare sawah kini mengandalkan pompa listrik untuk sistem irigasi, menggantikan pompa diesel yang sebelumnya mendominasi.
Peralihan ini turut mengurangi biaya operasional petani, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan irigasi. Di desa tersebut, pemasangan instalasi tiang listrik dan kabel sepanjang dua kilometer menggantikan mesin diesel yang mulai memasuki masa pensiun. Hal ini merupakan implementasi dari program inovatif yang mengintegrasikan energi listrik untuk mendukung sektor agrikultur, termasuk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Kamto, seorang Penasehat Kelompok Tani di Tirtobinangun, menjelaskan bahwa penggunaan pompa listrik mampu mengurangi pengeluaran petani hingga Rp700.000 per siklus panen. “Ini menghemat banyak. Satu musim panen, kelompok tani harus mengeluarkan biaya Rp1 juta per 100 ru kalau menggunakan mesin diesel. Sementara jika pakai listrik cuma Rp300.0000, sangat hemat,” ungkap Kamto. Dengan penghematan yang signifikan ini, petani semakin tertarik untuk beralih ke sistem irigasi berbasis listrik.
Program Elektrifikasi Agrikultur PLN memungkinkan petani untuk menggunakan listrik, mirip seperti penggunaan listrik rumah tangga. Selain memberikan kemudahan akses, solusi ini juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mendukung prinsip keberlanjutan dalam sektor pertanian.
Meningkatkan Produktivitas dengan Biaya yang Lebih Rendah
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kertosono, Risky Dinal, mengungkapkan bahwa elektrifikasi agrikultur merupakan kontribusi PLN untuk meningkatkan produktivitas sektor agrikultur di Indonesia. “Saat petani butuh, PLN harus turun tangan. Seperti di kawasan ini, ada permintaan kolektif dari sekitar 30 pemilik sawah. Walaupun jauh dari jaringan utama, kami sampai pasang trafo tersendiri, kami bedakan dengan trafo pelanggan rumah,” kata Risky.


