“Promo ini hanya berlaku hari ini. Harga normalnya bisa puluhan juta lebih mahal,” jelas Nicko.
DJI Agras telah digunakan untuk 25 komoditas pertanian mulai dari padi, jagung, hingga tebu. Di Indonesia, lebih dari 80 persen aplikasi drone terjadi di sektor kehutanan dan pertanian.
“Dengan efisiensi tinggi dan teknologi pintar, drone DJI bukan hanya mempermudah kerja petani, tapi juga menekan penggunaan pestisida dan dampak lingkungan,” kata Nicko.
DJI juga memperkenalkan program pelatihan resmi melalui DJI Academy di 15 negara, termasuk Indonesia. Program ini membekali pilot drone dengan keterampilan penyemprotan, pemetaan lahan, serta pemeliharaan tanaman menggunakan teknologi terbaru.
DJI Agras T100, T70P, dan T25P mulai tersedia secara global di wilayah Asia Tenggara dan Amerika Latin. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui dealer resmi DJI Agriculture.
DJI terus menegaskan kepemimpinannya di sektor drone pertanian dunia dengan menyuplai lebih dari 500.000 unit ke lebih dari 100 negara, mendukung pertanian presisi dan ketahanan pangan global dengan pendekatan teknologi ramah lingkungan.


