Berita Terbaru

Workshop UKMK Sawit AKPY, BPDP dan Sawit Center Indonesia: Dorong Masyarakat Manfaat Produk Turunan Sawit Bernilai Tambah

Mudah-mudahan pelaku usaha kecil dari Kobar bisa menjadi mitra dari BPDP, yang produknya bisa didisplay di Rumah UKMK Perkebunan, nantinya. Tentunya, produk dari turunan sawit, kakao dan kelapa. Jika di Kobar potensi perkebunan sawit, maka harapannya ada produk berbasis sawit,” jelas Helmi.

Saat ini, BPDP memiliki katalog produk UKMK Sawit: 100 produk berbasis sawit yang dapat menginspirasi para pelaku usaha di Indonesia.

Pada intinya, kami sangat mengapresiasi dari kegiatan ini, dan menanti produk yang dihasilkan dari kegiatan (workshop), bukan hanya rekomendasi melainkan produk nyata yang dapat dikurasi dan ditampilkan,” pungkas Helmi.

Pemda sambut baik

Workshop UKMK Sawit yang diinisiasi AKPY bekerja sama dengan Sawit Center Indonesia, dengan dukungan BPDP, mendapat sambutan positif dari pihak pemerintah daerah Kobar.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat, Alfan Khusnaini, menyampaikan bahwa pelaku usaha perkebunan sawit di daerah Kotawaringin Barat perlu mengembangkan produk, tidak hanya berhenti memproduksi Tandan Buah Segar (TBS) dan Minyak Sawit Mentah atau Crude Palm Oil (CPO) saja. Melainkan harus mulai menyadari pentingnya menciptkan produk turunan lain.

Di era glolalisasi persaingan menjadi semakin ketat, untuk itu perlu ada inovasi produk tidak hanya menghasilkan produk bahan mentah tetapi harus bisa dan mampu menciptakan produk turunan yang mampu menghasilkan nilai tambah lebih tinggi. Inilah misi yang harus kita capai yaitu mengubah tantangan menjadi peluang dengan membuat produk hilir sawit yang kuat dan berkelanjutan,” ucapnya.

Lalu, kata Alfan, siapa yang ideal untuk menciptakan produk turunan dari sawit? Jawabannya adalah pelaku UMKM. “Sebab, UMKM memiliki fleksibilitas, kreativitas dan kedekatan yang sangat baik dengan masyarakat yang tidak dimiliki oleh industri skala besar,” katanya.

Oleh karena itu, pelatihan (workshop) ‘Praktik Kewirausahaan Berbasis UKMK Sawit dalam Mendukung Kemandirian Pangan dan Energi’ tidak hanya sebagai agenda rutin. Melainkan sebagai agenda strategis yang relevan dan mendesak. Diajak untuk berpikir di luar kebiasaan. Kita akan mengeksplorasi dari tanaman kelapa sawit, bahkan limbahnya pun bisa menjadi berkah,” sambung Alfan.