Berita Terbaru

Riset TSE Group dan IPB: Pentingnya Konservasi Satwa Liar dan Ekosistem Papua

Sementara itu, penelitian Kura-kura Moncong Babi (Carettochelys insculpta) menyoroti tantangan besar akibat perubahan iklim. Curah hujan ekstrem dan banjir di kawasan Sungai Kao menyebabkan kegagalan peneluran pada beberapa periode pengamatan. Kondisi tersebut menegaskan perlunya strategi konservasi adaptif yang didukung data ilmiah jangka panjang serta keterlibatan masyarakat lokal.

Ketua Tim Peneliti Cenderawasih IPB University, Prof. Dr. Ani Mardiastuti, M.Sc., mengatakan hasil riset menunjukkan bahwa pengelolaan yang tepat seperti mempertahankan area HCV dan sistem tebang pilih yang berkelanjutan, perusahaan dapat berperan aktif dalam konservasi burung endemik Papua sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui kegiatan ekowisata berbasis birdwatching.

Temuan kami membuktikan bahwa area hutan produksi yang dikelola secara bertanggung jawab tetap mampu mendukung keberadaan Cenderawasih, bahkan berpotensi dikembangkan untuk kegiatan ekowisata berbasis pengamatan burung,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Peneliti Kura-kura Moncong Babi, Prof. Dr. Mirza D. Kusrini, M.Si., menyampaikan tantangan konservasi ke depan semakin kompleks seiring perubahan iklim.

Pemantauan jangka panjang sangat penting untuk memahami dampak anomali cuaca terhadap keberhasilan peneluran. Kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci agar upaya konservasi dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu Direktur TSE Group, Wicklief F. Leunufna, menegaskan bahwa perusahaan menaruh perhatian serius terhadap pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa langka di wilayah operasionalnya.

Bagi TSE Group, pelestarian lingkungan dan satwa liar, termasuk spesies langka dan endemik Papua, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab kami dalam menjalankan usaha. Melalui kerja sama riset dengan IPB University, kami berupaya memastikan kegiatan operasional berjalan sejalan dengan upaya konservasi berbasis ilmu pengetahuan,” tegasnya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Exit mobile version