Akselerasi Proyek PANI: MGR Tambah Fasilitas CIL Fase 2, Targetkan Produksi Emas Hingga 700.000 Ons

JAKARTA, KOMODITAS INDONESIA — PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS; HKEX: 6228) mengakselerasi pengembangan Proyek Pani Gold Mine dengan menambah fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) kedua. Langkah strategis ini dilakukan untuk melipatgandakan kapasitas produksi emas Perseroan di masa depan.

Setelah uji coba operasi (commissioning) kedua fasilitas CIL tersebut berhasil, total kapasitas gabungan produksi emas EMAS diproyeksikan melonjak dari 250.000–350.000 ons menjadi 500.000–700.000 ons per tahun.

Saat ini, pembangunan fasilitas CIL Fase 1 tengah berjalan dengan kapasitas pemrosesan sebesar 12 juta ton per tahun (Mtpa) dan potensi peningkatan (surge capacity) hingga 20%, yang memungkinkan throughput mencapai 14,4 Mtpa. Peningkatan kapasitas ini menandai transisi penting Pani Gold Mine dari tahap ramp-up menuju operasi berskala besar dengan arus kas (cash-generation) yang lebih kuat.

Di saat yang sama, Perseroan mempercepat persiapan CIL Fase 2 dengan skala yang sepadan guna melipatgandakan total kapasitas pemrosesan CIL setelah rampung.

"Proyek CIL Fase 1 mengalami kemajuan yang baik pada aspek rekayasa teknis, pengadaan, dan konstruksi. Rencana kami membangun fasilitas CIL kedua akan meningkatkan kapasitas produksi emas Pani secara signifikan, sementara akselerasi Fase 2 memungkinkan kami mempercepat realisasi arus kas di masa depan," ujar Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P. Abidin, dikutip Senin (19 Oktober 2026)

Kemajuan Konstruksi dan Efisiensi Infrastruktur

Hingga saat ini, rekayasa dasar (basic engineering) Fase 1 telah selesai dan rekayasa terperinci (detailed engineering) sudah sangat maju. Seluruh peralatan utama (major long-lead equipment) telah dipesan, kontraktor konstruksi telah dimobilisasi, dan pekerjaan sipil melingkupi area penggilingan (milling), pelindian (leaching), serta pengentalan (thickening) telah dimulai.

Pembangunan Tailings Storage Facility (TSF), bendungan pengelak (coffer dams), dan sistem pengalihan air juga berjalan sesuai rencana menjelang penimbunan tanggul bendungan awal (starter dam embankment).

Menariknya, desain Fase 1 telah mengintegrasikan infrastruktur utama yang dibutuhkan untuk CIL Fase 2. Sistem penghancuran (crushing), pengangkutan (conveying), penumpukan (stockpiling), utilitas air, hingga pekerjaan tanah awal (bulk earthworks) Fase 2 diselesaikan berbarengan dengan Fase 1. Integrasi ini membuat pembangunan fasilitas kedua nantinya menjadi lebih efisien dan terstruktur.

Rangkaian pengembangan Fase 2 akan dilanjutkan segera setelah commissioning dan ramp-up operasional Fase 1 sukses. Perseroan juga tengah memperbarui studi kelayakan (feasibility study) untuk mencerminkan revisi profil produksi, kebutuhan modal, dan nilai keekonomian proyek secara keseluruhan.

Meski memiliki prospek pertumbuhan arus kas yang kuat, Perseroan tetap mencermati lingkungan operasi yang dinamis, termasuk faktor volatilitas makroekonomi, ketidakpastian rantai pasok, kompleksitas operasional, serta dinamika regulasi yang berpotensi memengaruhi lini masa eksekusi proyek.